Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Bengkulu menyelenggarakan pelatihan online “Penyusunan Laporan Keuangan BUM Desa” pada 26–27 Agustus 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 322 peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh, memenuhi seluruh persyaratan dan berhak menerima sertifikat, dari total 582 orang pendaftar. Tujuan dilaksanakan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pengelola BUM Desa dalam menyusun laporan keuangan yang rapi, transparan, dan sesuai ketentuan. Dasar pelaksanaan pelatihan yaitu Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 5 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, DIPA BPPMDDTT Bengkulu Tahun Anggaran 2025, serta Surat Tugas Kepala Balai Nomor 47/SDM.04.02/2025 tanggal 20 Juni 2025 tentang Tim Kerja Pelatihan. Pelatihan ini diketuai oleh Septian Untung Putra, A.Md., dengan dukungan para pelatih dari BPPMDDT Bengkulu, yaitu Adriani Br Ginting, S.Sos., M.AP, Larissa Letitia Hervive, S.Sos, Darman Hary, S.P., M.Si, dan Nur Fitriana, S.Pt.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembukaan, pre-test, dilanjutkan penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik, post-test dan evaluasi pembelajaran. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan penyusunan laporan keuangan BUM Desa sesuai Kementerian Desa dan PDT Nomor 136 Tahun 2022, pengantar dasar akuntansi, penyusunan laporan keuangan BUM Desa dan telaah pencatatan laporan keuangan usaha BUM Desa. Pada sesi diskusi, pelatih menekankan bahwa BUM Desa dengan lebih dari satu unit usaha perlu menyusun laporan keuangan mandiri di tingkat unit sebelum dikonsolidasikan menjadi satu laporan tahunan. Pendekatan ini bertujuan agar kinerja setiap unit usaha dapat terpantau dengan jelas, sekaligus memastikan tersedianya laporan neraca dan arus kas yang akurat bagi BUM Desa secara keseluruhan.



Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini memang tidak lepas dari sejumlah kendala teknis. Masalah stabilitas jaringan internet di beberapa wilayah masih menjadi tantangan utama yang menyebabkan koneksi peserta sering terganggu. Selain itu, kondisi lingkungan di tempat masing-masing serta keterbatasan perangkat yang digunakan terkadang mempengaruhi konsentrasi dan kelancaran interaksi peserta dan pelatih selama sesi berlangsung. Meski demikian, hambatan-hambatan tersebut tidak mengurangi kualitas jalannya pelatihan. Acara tetap berlangsung kondusif dengan antusiasme yang sangat baik, terlihat dari tingkat kehadiran yang konsisten hingga akhir sesi. Para peserta juga menunjukkan keaktifan yang luar biasa, dalam sesi diskusi. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari para peserta untuk tetap menyerap materi secara optimal meskipun ruang gerak terbatas secara digital. Sementara itu, penyelenggara berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas pengelola BUM Desa dalam menyusun laporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan, sehingga BUM Desa dapat dikelola secara lebih profesional dan berkelanjutan.


Penulis : Rabiatul Hasmi Yelti

Penyunting : Shoniya Melinda & Nurul Tri Fadhillah