Pelatihan Online Angkatan VI “Branding Desa Wisata” Tahun 2025 diselenggarakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Bengkulu sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi balai dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa serta kebijakan Kementerian Desa dan PDT dalam mendorong pengembangan produk unggulan desa, khususnya Desa Wisata, guna mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi lokal. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 23–24 September 2025 berdasarkan Surat Tugas Kepala BPPMDDT Bengkulu Nomor 47/SDM.04.02/2025, dengan Ketua Tim Anggih Dwi Apriliawan, S.K.M., serta para pelatih yaitu Ir. Martin Luter Ginting, M.Si, Impetus HW Sitorus, S.P., M.P, Naomi Simanuhuruk, S.T.P., M.P, dan Nur Fitriana, S.Pt.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPPMDDT Bengkulu, Bapak Dadang Herawan Susanto, S.ST., M.Si. dan diikuti oleh 307 peserta dari berbagai wilayah. Pada hari pertama, peserta mengikuti pre-test serta menerima materi kebijakan pemerintah dalam pembangunan Desa Wisata, konsep dan prinsip pembangunan Desa Wisata, disertai sesi diskusi. Hari kedua diisi dengan materi pengembangan Desa Wisata berbasis storytelling, destination branding, serta penerapan branding sebagai strategi pemasaran, yang dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) berdasarkan prinsip SMART, post-test, dan evaluasi pelatihan. Pada sesi diskusi, ditekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah desa dan BUM Desa sejak tahap perencanaan wisata melalui kerja sama yang jelas, serta penguatan UMKM dan kapasitas sumber daya manusia agar manfaat ekonomi wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa secara berkelanjutan.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta menghadapi beberapa kendala. Masalah perangkat yang tidak memadai serta beban biaya data seluler sering kali menjadi rintangan aksesibilitas bagi peserta di berbagai wilayah. Meskipun demikian, kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Sebanyak 307 peserta pelatihan Branding Desa Wisata Angkatan VI telah mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan dan telah diberikan sertifikat mengikuti pelatihan. Peserta pelatihan yang telah menerima manfaat tersebut diharapkan dapat membagikan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada masyarakat sekitar di desa masing-masing melalui pelaksanaan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) sehingga memiliki dampak yang nyata dalam pengembangan Desa Wisata di waktu yang akan datang.
Penulis : Maha Dani Kusuma
Penyunting : Shoniya Melinda & Nurul Tri Fadhillah