Pelatihan Online Angkatan VII “Pelatihan BUM Desa Maju” Tahun 2025 dilaksanakan untuk membekali masyarakat desa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam mengelola serta mengembangkan aset dan potensi desa yang memiliki peluang ekonomi strategis melalui BUM Desa. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan desa untuk mengelola sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan secara lebih profesional agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dasar pelaksanaan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa beserta perubahannya, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa, DIPA BPPMDDT Bengkulu Tahun Anggaran 2025, serta Surat Tugas Kepala Balai Nomor 47/SDM.04.02/2025 tanggal 20 Juni 2025 tentang Tim Kerja Pelatihan Tahun Anggaran 2025. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 15–16 Oktober 2025 secara online melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia pelatihan dengan Ketua Tim Septian Untung Saputra, A.Md, serta didukung oleh para pelatih dari BPPMDDT Bengkulu, yaitu Ir. Martin Luter Ginting, M.Si., Jhonni BW Sitorus, S.T.P., M.P., Darman Hary, S.P., M.Si., dan Larissa Letitia Hervine, S.Sos.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembukaan resmi, pre-test, serta sesi perkenalan antara peserta dan pelatih. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi secara bertahap. Pada hari pertama, Rabu 15 Oktober 2025, materi yang disampaikan meliputi pengembangan usaha BUM Desa, kemitraan usaha, serta pengelolaan permodalan dan pendanaan. Pada hari kedua, Kamis 16 Oktober 2025, peserta menerima materi mengenai akuntansi BUM Desa, tata kelola dan pertanggungjawaban BUM Desa, serta pengelolaan dan pemanfaatan keuntungan bagi BUM Desa. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi yang disiarkan secara langsung melalui YouTube. Dalam sesi ini, peserta membahas permasalahan nyata yang dihadapi di desa masing-masing, termasuk strategi meningkatkan kompetensi pengelola BUM Desa agar mampu mengelola usaha secara profesional. Salah satu topik diskusi, membahas bagaimana BUM Desa menjaga keseimbangan antara orientasi keuntungan dan misi sosial yang dijelaskan pemateri dengan menekankan pentingnya identifikasi kebutuhan masyarakat, pemetaan potensi desa, serta pengelolaan aset dan kelembagaan desa agar tujuan ekonomi dan sosial dapat berjalan saling mendukung.
Selama pelaksanaannya, pelatihan online ini menghadapi sejumlah kendala, antara lain perbedaan tingkat kesiapan peserta dalam memahami materi secara daring, keterbatasan perangkat pendukung seperti laptop yang memadai, serta keterbatasan waktu peserta yang harus membagi perhatian dengan aktivitas pekerjaan di desa masing-masing. Selain itu, interaksi yang terbatas dalam format daring juga menjadi tantangan tersendiri dalam pendalaman materi dan praktik langsung. Meski demikian, kegiatan pelatihan tetap berjalan lancar dan kondusif. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.158 orang, dengan 562 peserta mengikuti pelatihan secara penuh hingga memenuhi persyaratan untuk memperoleh sertifikat. Peserta berasal dari berbagai wilayah dan cukup aktif mengikuti diskusi serta mengerjakan tugas yang diberikan. Peserta berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan dengan materi yang lebih beragam dan mudah diterapkan, serta pendampingan lanjutan agar ilmu yang didapat benar-benar bisa dipraktikkan di desa masing-masing. Sementara itu, pihak penyelenggara berharap hasil pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara nyata sehingga BUM Desa dapat terus berkembang, lebih mandiri, dan memberi manfaat bagi masyarakat desa.
Penulis : Betrice Gita Pramesti
Penyunting : Shoniya Melinda & Nurul Tri Fadhillah